Jumlah Tenaga Medis Belum Mendukung
NUNUKAN,TRIBUN- Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Haji Ngatidjan Ahmadi mengakui, secara psikologis sebagaian warga Nunukan lebih senang berobat ke Tawau, Malaysia. Padahal pelayanan dan kemampuan tenaga medis di Kabupaten Nunukan sama saja dengan di Tawau.
"Secara psikologis masyarakat lebih senang keluar negeri. Jadi sebagai wakil rakyat saya sangat mengharapkan dan menyarankan agar masyarakat memanfaatkan fasilitas rumah sakit yang ada di daerah kita dengan tidak berobat ke luar daerah. Dilain pihak, jika masyarakat berobat di sini saya pikir ini juga dapat mengurangi biaya dalam artian tidak terlalu mahal," ujarnya, Sabtu (13/6).
Memang untuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan ada beberapa hal yang perlu dibenahi. RSUD ini lebih menangani masalah rujukan dan terkadang hal ini tidak terarah. Masalah perawatan seluruh fasilitas yang ada dirumah sakit perlu dibenahi lagi karena sebaik apapun fasilitas serta bangunan, tanpa perawatan lebih lanjut tentu tidak akan bisa berjalan optimal diwaktu mendatang.
Selain itu yang perlu dibenahi yaitu masalah pelayanan terhadap masyarakat. Namun secara umum pelayanan dimaksud sudah memadai.
Soal biaya, RSUD Nunukan relatif murah dengan tarif yang berpihak pada rakyat. Dengan berobat di daerah sendiri, warga tidak mengeluarkan biaya transportasi yang besar.
Ngatidjan mengklaim, kemampuan dokter kurang lebih sama dengan di rumah sakit di daerah lain. Meskipun diakui Nunukan masih membutuhkan banyak dokter spesialis.
Menurutnya pembangunan RSUD Nunukan akan bersifat dinamis. Dalam arti akan ada peningkatan status rumah sakit yang sekarang masih level B, suatu saat akan menjadi level A. Semuanya menyesuaikan perkembangan pembangunan.
Soal pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Kabupaten Nunukan, ia menilainya sebagai hal yang relatif. Sebab secara geografis Kabupaten Nunukan terbagi beberapa pulau yang sebagian diantaranya sangat sulit dijangkau. Namun di seluruh kecamatan telah dibangun puskesmas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di daerah pedalaman, sarana dan prasarana kesehatan telah disiapkan dan sangat memadai untuk pelayanan warga setempat. Tetapi jumlah tenaga medis memang masih kurang.
"Saya pikir pelayanan kesehatan masyarakat pedalaman juga sudah mulai membaik. Namun karena keadaan geografis tadi, masyarakat itu kadang merujuk ke Malinau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalau mengenai kualitas kesehatan masyarakat, itu jangan ditanyakan pada saya. Karena sifatnya teknis jadi yang lebih tahu yaitu pihak kesehatan,' ujar politisi Partai Golkar ini.
Pemerintah dan DPRD kabupaten Nunukan memberikan perhatian khusus terhadap masalah kesehatan dengan mengalokasikan anggaran yang sangat besar. Dibandingkan dengan jumlah masyarakat Nunukan yang mencapai 120.000 jiwa, RSUD Nunukan sebenarnya sudah bisa memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga.
"Pembangunan RSUD yang semegah itu menurut saya merupakan bentuk bahwa pemerintah sangat respon terhadap tingkat kualitas kesehatan masyarakat Nunukan. Itu baru penilaiaan dalam bentuk sarana, belum lagi pelaksanaan- pelaksanaan yang dilakukan di lapangan, saya pikir sektor kesehatan merupakan sektor yang sangat menonjol dijalankan oleh pemerintah daerah, bukan bermaksud mengatakan bahwa sektor yang lain tidak," kata politisi asal Kecamatan Sembakung ini.
Ngatidjan mendambakan, kelak seluruh warga di Nunukan bisa merasakan berobat tanpa biaya sama sekali. "Jadi saya sangat berharap agar pemerintah bisa mengusahakan hal itu," katanya. (sadam)
Maaf sblumnya. Menurut saya,warga kurang dberikan sosialisasi tentang siapa yg pantas mendapatkan pngobatan gratis melalui jamkesmas ato SKTM dan bagaimana cara mendapatkannya,tidak mungkin rumah sakit yg memberikan mensosialisasi. Jadi,mohon d sampaikan kpd pihak pemda melalui wakil rakyat memberikan sosialisasi kpd kami msyrkt miskin bgaimana dan siapa yg pantas mendapatkan sktm/jamkesmas. Dodi
BalasHapus