Tak Menyangka Bisa Terpilih Kembali
RASA syukur selalu dipanjatkan Lukman kepada Yang Maha Kuasa. Ia tak menyangka pada Pemilu Legislatif 2009, dirinya bisa terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Nunukan. Baginya ini merupakan berkah yang tidak terduga. Sebab dari delapan caleg Partai Golkar daerah pemilihan II Sebatik dan Sebatik Barat, ia berhasil memperoleh suara terbanyak.
"Ini kan tidak disangka- sangka. Jadi saya merasa senang karena masih mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk kembali menjadi perwakilan mereka," ujar pria kelahiran Sidrap, 20 Oktober 1974 silam
Untuk kembali meraih simpati warga bukannya tanpa perjuangan keras. Lukman harus melakukan pendekatan dengan cara door to door dan cara kekeluargaan kepada masyarakat. Secara tidak langsung ia memberikan sedikit pelajaran politik kepada masyarakat.
"Karena selama ini saya menilai pendidikan politik bagi masyarakat sangat kurang dan tidak berjalan. Nah mungkin inilah yang menjadikan saya kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat," ujar anggota DPRD yang menduduki posisinya saat ini melalui proses PAW.
Lukman mulai tertarik di dunia politik sejak Kabupaten Nunukan berdiri tahun 1999 silam. Ia sudah bertekad menjadi salah seorang yang harus memperjuangkan reformasi pada saat itu. Untuk bisa mewujudkannya maka masuk kedalam sistem adalah pilihan yang harus ditempuh. Sebab dengan berada diluar sistem, tidak mungkin bisa secara langsung memperjuangakan dan mewujudkan reformasi yang diharapkan.
Ia memang masih baru di parlemen. Lukman terpilih karena menggantikan salah seorang anggota Fraksi Partai Golkar yang meninggal dunia. Namun dengan waktu yang sangat singkat, ia berusaha semaksimal mungkin menyerap dan memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.
"Terutama hal- hal yang prioritas misalnya masalah pendidikan masyarakat, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, perekonomian masyarakat, dan infrastuktur. Semua itu berusaha saya perjuangkan agar bisa dirasakan oleh masyarakat," ujar mantan Direktur CV Perdan.
Meyakinkan anggota Dewan agar mewujudkan aspirasi masyarakat, menjadi hal yang sangat berat baginya. Di Parlemen, sistem demokrasi mensyaratkan suara terbanyak untuk menentukan sebuah keputusan.
Lelaki yang pernah menjabat Ketua KNPI Kecamatan Sebatik ini bahkan pernah kecewa karena sejumlah aspirasi masyarakat yang sangat prioritas tidak diwujudkan pemerintah. Hal tersbut justru tidak tercover dalam APBD dan program pemerintah.
"Disitulah letak kekecewaan saya. Tapi untuk menyatakan mundur dan ingin berhenti dari pekerjaan saya tidak pernah, karena semua itu merupakan konsekuensi dari pekerjaan saya," kata pria yang pernah menjabat sebagai pengurus KKSS.
Soal tudingan dari sejumlah kalangan yang mengidentikkan anggota DPRD dengan kunjungan kerja, Lukman menilainya sebagai hal yang wajar. Ia memastikan kunjungan kerja dimaksud sangat berguna untuk perkembangan daerah. Sebab kesempatan itu digunakan untuk belajar dan melihat inovasi- inovasi yang sudah berhasil dilakukan di daerah lain.
Lukman hanya berharap, kedepan ada kesetaraan antara lembaga DPRD dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat. Sebab pada dasarnya tujuan otonomi daerah untuk membangun masyarakat.
"Selain itu saya juga berharap agar pemerintah kedepannya dapat menutupi kekecewaan saya tadi dengan lebih memprioritaskan pembangunan sektor- sektor riil yang prioritas bagi masyarakat," kata pengurus LSM Nusantara. (sadam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar