14 Juni 2009

Profil


Tak Senang Jadi Anggota Dewan

BAGI
sebagian orang, menjadi anggota DPRD itu sangat menyenangkan. Namun lain bagi Haji Hermansyah. Karena tidak senang menjadi anggota Dewan, ia memilih menolak dicalonkan lagi pada Pemilihan Umum Legislatif 2009. "Menjadi anggota Dewan bagi saya tidak senang. Kerana duduk dikursi empuk ini merupakan amanah dari rakyat. Sebagai orang yang beriman jika amanah itu tidak kita laksanakan maka itu merupakan dosa besar. Dan pada saat saya dinobatkan dan dilantik menjadi anggota Dewan saya mengatakan Innalillahi Waninna Ilaihi Rojiun karena bagi saya ini sebuah amanah yang sangat berat," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Nunukan.
Suami Hajjah Sri Astui ini mengaku tak pernah tertarik menjadi anggota DPRD. Kalaupun akhirnya duduk dijabatan tersebut, tidak lain karena merasa terpanggil dan merupakan tuntutan masyarakat yang pada saat itu sangat menginginkannya duduk di DPRD, agar bisa menjadi wakil dan penyambung lidah konstituen.
Kenyataannya ketika menduduki jabatan itu, dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat sering terjadi kebuntuan. Hal itu tidak bisa terwujud dan menjadi hal terberat selama ia bertugas. Padahal ini merupakan amanah yang harus diperjuangkan dan dipertimbangkan secara maksimal.
Rasa kecewapun sering dirasakan ayah empat anak ini. Ia yakin kekecewaan serupa pernah dirasakan anggota Dewan yang lain terutama saat aspirasi masyarakat yang diperjuangkan tidak terdaftar dalam program kerja pemerintah.
"Tapi tidak tahulah kalau ada anggota Dewan yang tidak punya mata hati, mungkin mereka tidak pernah kecewa. Dan untuk mengundurkan diri saya tidak pernah, tapi saya berusaha untuk menyesuaikan sesuai dengan periode pekerjaan ini," kata pria kelahiran Nunukan 9 April 1958 silam.
Menjelang akhir periode sebagai anggota Dewan, Hermansyah mengakui masih ada sejumlah hal yang pernah diperjuangkannya namun belum direalisasaikan pemerintah. Seperti bumi perkemahan pramuka dan lokasi pembangunan Islamic Centre .
Tak lagi menjadi anggota Dewan, penggemar ikan bakar ini akan mengurangi aktivitas politik. Ia lebih konsentrasi kembali pada kegiatan keagamaan. Lewat cara ini ia akan tetap menyuarakan aspirasi masyarakat bahkan bisa lebih gesit karena menyangkut kesejahteraan umat manusia. Ia ingin menikmati sisa hidupnya dengan lebih tenang dan ingin berkebun.
"Untuk anggota Dewan yang akan datang harus komitmen mejalankan visi dan misi yang mereka janjikan kepada masyarakat pada saat kampanye. Karena itu adalah janji kalian kepada masyarakat, karena janji adalah hutang maka hutang harus dibayar. Yang terakhir harus rajin- rajin turun kebawah dalam artian kemasyarakat dan buktikan bahwa DPRD itu adalah pelayan masyarakat, maka jadilah pelayan yang baik dan bukan untuk atau ingin dilayani," kata pria yang hobi bercocok tanam dan memancing. (sadam)

Pengalaman Pekerjaan
-Guru Swasta Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah selama 24 tahun, sejak tahun 1980-2004
-Sekretaris Desa Nunukan Timur selama 10 tahun, sejak tahun 1990-2004
Pengalaman pendidikan
-SDN Thn 1972, Nunukan
-SMPN thn 1975, Nunukan
-SMAN thn 1979, Nunukan
Pengalaman organisasi
-Ketua III Gerakan Pramuka Kwarcab Nunukan tahun 2005 s/d 2010
-Ketua LPTQ Kabupaten Nunukan Tahun 2005 s/d 2009
-Ketua Umum PHBI Kabupaten Nunukan tahun 2004 s/d 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar