Sekolah Swasta Kurang Perhatian
SELAMA ini Pemkab Nunukan telah memberikan perhatian terhadap sekolah swasta. Namun perhatian itu masih kurang dibandingkan terhadap sekolah negeri. Hal tersebut karena terbentur pada regulasi, khususnya menyangkut alokasi subsidi dana pendidikan baik dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Namun kedepan saya sangat berharap agar pemerintah daerah memberikan porsi yang lebih besar lagi kepada sekolah swasta. Misalnya dengan memberikan guru- guru bantu dan harus diingat guru- guru tersebut harus memiliki kemampuan yang layak. Kalau belum memiliki sertifikasi yang jelas, pemerintah daerah harus mengusahakannya. Bagaimana kita mau mencapai standarisasi kalau perbedaan itu masih sangat jauh?" ujar anggota Komisi III DPRD Nunukan Saharuddin, Sabtu (30/5).
Menurut politisi asal Kecamatan Sebatik ini, belum ada pemerataan guru- guru sekolah negeri dan swasta. Sehingga kualitas pendidikan yang dihasilkan masih sangat berbeda jauh. Sedangkan yang diinginkan, semua anak di Kabupaten Nunukan mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan.
Sekolah swasta juga memiliki peran penting mengingat keterbatasan daya tampung peserta didik di sekolah-sekolah negeri.
Meski memiliki peran besar namun tetap saja sekolah swasta terbentur pada ketersediaan anggaran.
"Kalau untuk kesejahteraan guru, di sekolah negeri semuanya sudah diatur. Sedangkan untuk sekolah swasta belum. Makanya disinilah mungkin pemerintah harus membuat peraturan daerah yang memfasilitasi pemberian uang kesejahtraan. Supaya lewat aturan itu bisa menambah pendapatan bagi guru swasta. Tentunya aturan tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi sehingga tidak menimbulkan persoalan baru," kata anggota Fraksi Partai Bulan Bintang. (sadam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar