Kualitas Pendidikan di Nunukan Masih Tertinggal
NUNUKAN,TRIBUN- Sistem pendidikan di Indonesia terus diubah. Selalu dijadikan percobaan dan kurang terarah serta tidak konsisten. Tak heran kalau pendidikan di Indonesia termasuk Kabupaten Nunukan masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia. Wakil Ketua Komisi III DPRD Nunukan Haji Hermansyah mengatakan, secara rill pendidikan di Indonesia jauh tertinggal dengan Malaysia. Padahal negara itu pernah berguru ke Indonesia.
Pendidikan khususnya di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, dinilai sangat penting. Karena pendidikan merupakan wadah pembentukan kader bangsa sehingga penanganannya harus dilakukan secara khusus.
"Karena itu masalah pendidikan bukan saja tugas pemerintah daerah tapi pemerintah pusatpun harus turun tangan," kata politisi Partai Golkar, Sabtu (10/5).
Ketertinggalan dimaksud seperti sekitar 600 guru di Kabupaten Nunukan masih berlatar belakang diploma tiga. Padahal tahun 2014 semua guru mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas diharuskan bergelar strata satu (S1).
Pada bagian lain ia menilai Pemkab Nunukan belum melakukan pemerataan peningkatan kualtas pendidikan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan. Karena itu dengan peningkatan anggaran pendidikan tahun ini, diharapkan hal itu tidak lagi terjadi. Selama ini minimnya anggaran pendidikan juga menjadi penghambat pengembangan pendidikan di Nunukan.
"Dengan anggaran pendidikan 20 persen, dana BOS juga sudah ditambah, jadi sekarang mudah- mudahan tidak ada lagi guru yang berteriak menuntut kesejahteraan," ujarnya.
Hermansyah berharap Dinas Pendidikan Nunukan selaku pengelola anggaran pendidikan mampu merealisasikan anggaran yang tidak kecil tersebut. Namun ia menilai saat ini belum diperlukan Perda untuk mengatur alokasi dana 20 persen itu.
"Tapi nanti pasti akan mengarah kesana. Kan baru tahun ini anggaran pendidikan 20,02 persen. Jadi untuk melihat mampu apa tidak, berhasil apa tidak, dan berjalan apa tidak programnya, itu tergantung cara mengelolanya. Tapi harus ingat, semua SKPD termasuk Disdik akan bisa menjalankan tugasnya apabila ada anggaran" katanya. Agar dana pendidikan ini terserap dengan baik tentunya proses lelang juga harus cepat dilaksanakan.
Secara umum sebenarnya pendidikan di Nunukan sudah cukup baik. Indikasi itu bisa diukur dari penyediaan sarana dan prasarana yang mulai membaik. Kemudian kekurangan guru juga mulai dibenahi serta anggaran pendidikan terus ditingkatkan.(sadam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar