Dorong Pengembangan Pertanian dan Perkebunan
DPRD Kabupaten Nunukan telah berupaya mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Nunukan. Hanya saja hal itu terbentur pada minimnya anggaran. Anggota Komisi II DPRD Nunukan Arifuddin Ali mengatakan, pengembangan pertanian dan perkebunan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Hanya saja upaya itu tidak akan berhasil tanpa ditunjang anggaran yang memadai.
Misalnya saja untuk perkebunan sawit paling tidak pada tahap awal harus membangun pabrik yang layak. Selanjutnya mencari sasaran pemasaran produk dari daerah ini.
"Diharapkan DPRD Kabupaten Nunukan khususnya yang terpilih untuk periode mendatang, tetap melanjutkan perjuangan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pertanian dan perkebunan di Kabupaten Nunukan," ujarnya.
Tanpa membangun pertanian dan perkebunan, perekonomian masyarakat khususnya yang bekerja disektor tersebut, tidak akan pernah membaik.
Lahan-lahan di Kabupaten Nunukan sangat mendukung untuk pengembangan kedua sektor dimaksud. Pemkab Nunukan dinilai telah melakukan upaya, namun tetap saja belum bisa berjalan optimal. Sebab selain minimnya anggaran, kegiatan produksi dan pemasaran juga belum berjalan dengan baik. Akibatnya masyarakat justru menjadi bingung.
"Jadi untuk kedepannya saya sangat mengharapkan agar pemerintah memperhatikan hal ini. Jangan hanya infrastuktur terus yang dibangun tapi perekonomian masyarakat dibiarkan melarat dan tidak beres," ujarnya.
Arifuddin heran, karena Pemkab Nunukan sering mengklaim keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Misalnya dengan menyebutkan Kabupaten Nunukan mengalami surplus beras. Kenyataannya selama ini beras yang dikonsumsi masyarakat justru didatangkan dari luar daerah.
"Nah ini surplusnya di mana? Ini yang menjadi tanda tanya besar buat saya sampai sekarang," ujarnya. (sadam)
24 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar