24 Mei 2009

Lahan Perkebunan Masih Tumpang Tindih


Rambah hutan berkedok perusahaan perkebunan

NUNUKAN,TRIBUN-
Kabupaten Nunukan memiliki bentangan lahan yang potensial di manfaatkan untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Anggota Komisi II DPRD Nunukan Arifuddin Ali mengatakan sebagian lahan telah digunakan, hanya saja masih banyak yang pemanfaatannya tumpang tindih. Khususnya antara perusahaan-perusahaan perkebunan yang memperoleh izin dari pusat dengan perusahaan perkebunan lokal maupun dengan para petani yang tergabung dalam kelompok tani.
"Jadi Pemerintah Daerah harus lebih berani mengambil alih lahan- lahan yang dikuasai beberapa perusahaan tersebut. Itu harus dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat Nunukan agar pemanfaatannya lebih terarah dan tepat guna," ujarnya, Sabtu (23/5).
Ia mengatakan DPRD Nunukan telah mendorong agar pemerintah memanfaatkan lahan-lahan yang terlanjur gundul hutannya untuk dijadikan perkebunan. Namun hingga kini hal itu belum bisa terwujud sepenuhnya.
"Ada juga yang sudah terwujud namun belum bisa berjalan optimal. Karena itu tadi, masih banyak lahan- lahan kita yang sifatnya tumpang tindih," ujarnya.
Selain tumpang tindih lahan, banyak perusahaan yang tidak membangun perkebunan seperti yang tertuang dalam izinnya.
Politisi PAN ini tak memungkiri selama ini sejumlah perusahaan- perusahaan yang masuk Nunukan hanya berkedok mengolah hutan untuk perkebunan. Padahal pada dasarnya mereka hanya mengambil kayu, setalah itu ditinggal begitu saja. Tak heran banyak lahan yang gundul karena hutannya rusak parah.
Jika lahan-lahan ini dimanfaatkan optimal untuk pengembangan tanaman perkebunan seperti sawit, tentu akan memberikan manfaat yang lebih untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara ini, meskipun perkebunan sawit sudah mulai tumbuh namun belum memberikan hasil yang maksimal. Sebab selain belum memiliki pabrik sendiri, pembangunan perkebunan juga dilakukan dengan setengah hati. (sadam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar