Dengarkan Suara Rakyat
ORANGNYA selama ini dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Hanya saja nasib berbicara lain, pada Pemilu bulan April lalu, Viktor Ola Tokan tak lagi terpilih menjadi anggota DPRD Nunukan.
Namun pria kelahiran Waiwerang 3 September 1950 lalu itu masih banyak berharap, anggota Dewan yang akan datang lebih memposisikan diri sebagai wakil rakyat yang sesungguhnya, jangan berharap untuk dilayani.
"Jangan lupa untuk rajin- rajin turun lapangan dan mendengarkan suara rakyat. Jangan malah membenarkan semua kebijakan- kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada suara rakyat," kata mantan PNS di Dinas Kehutanan Bulungan.
Ia berharap, anggota Dewan mendatang membuktikan dirinya sebagai wakil rakyat yang bekerja untuk rakyat serta melayani secara utuh, dimanapun, kapanpun dan siapapun tanpa membeda- membedakan suku, ras, agama maupun konstituen.
"Jadi semua masyarakat Nunukan berhak kalian dengarkan suaranya," kata Ketua Yayasan SMA/SMP katolik St. Gabriel Nunukan.
Saat duduk dan dipercayakan menjadi Wakil ketua Komisi I DPRD, Viktor sudah merasa jika menjadi anggota Dewan sebenarnya tidak menyenangkan. Sebab kursi yang diduduki merupakan amanah rakyat, yang jika tidak dilaksanakan tentu mejadi dosa besar.
Latar belakang pendidikannya yang sesuai dengan pekerjaannya, membuat ia senang bergelut sebagai wakil rakyat. "Hal terberat yang saya rasakan selama bertugas, ketika menghadapi orang- orang saya sendiri. Jelas itu beban moral, dimana kita sudah berbuat sejauh mungkin dan sebaik mungkin, namun masih juga kita dikatakan tidak baik sebagai seorang pemimpin," kata pria yang juga dipercaya sebagai anggota Badan Kehormatan DPRD Nunukan.
Sebagai manusia biasa, Viktor pernah merasa kecewa saat bertugas di DPRD Nunukan. Penggemar musik klasik dan keroncong ini yakin sudah berbuat yang terbaik, semua sudah dikerahkan namun ada yang menilai itu tidak cukup. Menurut asumsi konstituen, apa yang dibuatnya tidak baik. Untuk mengobati kekecewaan itu, penggemar keladi dan ubi rambat ini mencoba untuk kuliah S2 di Universtias Gajah Mada Jogjakarta.
Sebenarnya dengan menjadi anggota DPRD, Viktor berharap buah yang dikerjakannya dapat dinikmati masyarakat.
Setelah tak lagi terpilih menjadi anggota Dewan, selain menyelesaikan kuliah S2, ketua PDK Nunukan ini berencana mendirikan notaris. Sementara itu pula, ia akan membatasi keterlibatan dalam politik.
"Soalnya tidak ada dukungan dari orang- orang saya sendiri. Buktinya kalau memang mereka mendukung saya kan saya akan terpilih kembali. Namun saya akan tetap mendengarkan aspirasi masyarakat saya, karena walau bagaimanapun mereka tetap masyarakat saya. Jadi tetap akan saya perjuangkan," kata Ketua Kerukunan Keluarga NusaTenggara Kabupaten Nunukan. (sadam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar