Pembentukan Panitia Hanya Kepentingan Kontraktor
NUNUKAN,TRIBUN- Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan Kornalius Tadem berharap, kunjungan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ke Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan tidak untuk menghamburkan anggaran. Kornalius melihat ada yang tidak beres, karena untuk menyambut kedatangan Gubernur ke kecamatan terisolir itu, telah dibentuk panitia khusus. Padahal selain membuat warga setempat menjadi sangat sibuk, tentu akan ada anggaran yang dikeluarkan untuk persiapan panitia hingga hari H kunjungan tersebut.
"Tentunya pembentukan panitia ini ada kaitannya dengan kepentingan orang- orang tertentu. Sebenarnya kalau menurut saya, tidak perlu pak gubernur turun kesana lalu dibentuk panitia. Kemudian ada anggaran panitiannya lagi," ujarnya, Sabtu (4/7).
Menurut anggota DPRD dari Partai Damai Sejahtera ini, seharusnya yang dilakukan Gubernur yakni membuat program untuk perbatasan dengan anggaran yang memadai tentunya. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk membangun jalan, sarana dan prasarana yang berguna serta fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai kebutuhan dasar mereka. Setiap program Pemprov diperbatasan hendaknya terencana dnegan baik. Gubernur Perlu menjelaskan, kapan program- program itu terlaksana.
"Saya termasuk salah satu tim sukses beliau saat Pilgub lalu. Dan disini saya bermaksud menagih komitmen beliau sebelum menjadi gubernur, yaitu selain pendidikan beliau akan memprioritaskan pembangunan daerah terisolir atau perbatasan secepat mungkin. Mudah- mudahan Pak Gubernur bisa mengingat itu kembali. Bukan persoalan pergi melihat Krayan, tapi program yang ingin saya tanyakan dulu. Apakah dia datang untuk kunjungan kerja program jangka pendeknya atau jangka panjangnya itu?" katanya.
Kornalius malah menyayangkan, karena dalam kepanitiaan tersebut didalamnya ada beberapa kontraktor yang kepentingannya sudah jelas untuk mencari keuntungan pribadi. Indikasi ini sudah menunjukkan kalau keberadaan panitia kurang berpengaruh dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
"Jadi titik persolan yang saya mau katakan yaitu jangan sampai kedatangan Gubernur ini malah memberikan kesempatan para kontraktor untuk mengutamakan kepentingan mereka. Semua itu ada anggarannya, jadi saya pikir kalau memang kedatangan gubernur ini untuk kujungan kerja maka tidak perlu ada panitia seperti itu," katanya.
Menurutnya, jika kedatangan Awang Faroek sebagai pribadi, boleh- boleh saja membentuk panitia dengan melibatkan kontraktor. Namun jika kehadirannya sebagai Gubernur Kaltim, maka cukup memberdayakan struktur pemerintah di Kecamatan Krayan. Sebab sebagai Gubernur kedatangannya ke Krayan tentu akan menggunakan uang negara.
"Jadi saya pikir Gubernur harus menjelaskan dulu kepentingannya datang ke Krayan itu atas nama apa? Sebagai pemerintah dalam rangka kunjungan kerja? Atau atas nama Awang Faroek sebagai tokoh politik yang ingin mencari simpatisan? Kalau atas nama Awang Faroek, silakan panitianya dilanjutkan tapi kalau atas nama Gubernur tolong fungsikan aparatur negara yang ada," katanya. (sadam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar